Sabtu, 11 Februari 2012

Tujuan, Fungsi dan Prinsip Evaluasi Pendidikan

Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin jasmani dan rohani kearah kedewasaan. Dalam artian,pendidikan adalah sebuah proses transfer nilai-nilai dari orang dewasa (guru atau orang tua) kepada anak-anak agar menjadi dewasa dalam segala hal. Upaya perbaikan dibidang pendidikan merupakan suatukeharusan untuk selalu dilaksanakan agar suatu bangsa dapat maju danberkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa upaya dilaksanakan antara lain penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi guru melalui penataran-penataran, perbaikan sarana-sarana pendidikan, dan lain-lain.
Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutupendidikan bangsa dan terciptanya manusia Indonesia seutuhnya.Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalamUU No.20 Tahun 2003 (Sisdiknas, pasal 3). Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu,cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan guru dengan kegiatan siswa. Bagaimana siswa belajar banyak ditentukan oleh bagaimana guru mengajar. Salah satu usaha untuk mengoptimalkan pendidikan adalah dengan dengan melakukan evaluasi pada setiap kegiatan pendidikan, agar dalam melakukan penilaian terhadap hasil dari proses pembelajaran tidak salah yang nantinya berdampak pada mutu peserta didik. Karena jika dalam proses evaluasi terjadi kesalahan akan mengakibatkan pendidikan tidak sesuai dengan cita-cita yang diharapkan.


 Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
 
Evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan. Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana keberhasilan pengajarannya tercapai dengan baik dan untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar, dan untuk memperoleh keputusan tersebut maka diperlukanlah sebuah proses evaluasi dalam pembelajaran atau yang disebut juga dengan evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar. Secara sistemik, evaluasi pembelajarandiarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran yang mencakup komponen raw input, yakni perilaku awal (entry behavior) siswa, komponen input instrumental yakni kemampuan profesional guru atau tenaga kependidikan,komponen kurikulum (program studi, metode, media), komponen administratif (alat, waktu, dana); komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran; komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuanpembelajaran.
Secara umum, dalam bidang penidikan, evaluasi bertujuan untuk:
รจ Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.
Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evluasi dalam bidang pendidikan adalah:
a.       Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh programpendidikan.
b.      Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
Dalam hal fungsi, evaluasi sangat penting dalam proses belajar mengajar. Dalam keseluruhan proses pendidikan, secara garis besar evaluasi berfungsi untuk:
a.    Mengetahui kemajuan kemampuan belajar murid. Dalam evaluasi formatif, hasil dari evaluasi selanjutnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa.
b.      Mengetahui status akademis seseorang siswa dalam kelasnya.
c.   Mengetahui penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atas suatu unit pelajaran.
d.      Mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan guru.
e.       Menunjang pelaksanaan B.K di sekolah.
f.       Memberi laporan kepada siswa dan orang tua.
g.      Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi siswa.
h.      Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan pengurusan,
i.        Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan,
j.        Memberi informasi kepada masyarakat yang memerlukan, dan
k.      Merupakan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran.
l.        Sebagai alat motivasi belajar mengajar,
m. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Bagi guru fungsi evaluasi perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar evaluasi yang diberikan benar-benar mengenai sasaran. Hal ini didasarkan karena hampir setiap saat guru melaksanakan kegiatan evaluasi untuk menilai keberhasilan belajar siswa serta program pengajaran.
Prinsip - Prinsip Evaluasi Pendidikan


Prinsip diperlukan sebagai pemandu dalam kegiatan evaluasi. Oleh karenaitu evaluasi dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini:
a.       Prinsip Kontinuitas (terus menerus/ berkesinambungan) Artinya bahwa evaluasi itu tidak hanya merupakan kegiatan ujian semester atau kenaikan saja, tetapi harus dilaksanakan secara terus menerus untuk mendapatkan kepastian terhadap sesuatu yang diukur dalam kegiatan belajar mengajar dan mendorong siswa untuk belajar mempersiapkan dirinya bagi kegiatan pendidikan selanjutnya.
b.      Prinsip Comprehensive (keseluruhan). Seluruh segi kepribadian murid, semua aspek tingkah laku, keterampilan,kerajinan adalah bagian-bagian yang ikut ditest, karena itu maka item-item test harus disusun sedemikian rupa sesuai dengan aspek tersebut (kognitif, afektif, psikomotorik).
c.       Prinsip Objektivitas. Objektif di sini menyangkut bentuk dan penilaian hasil yaitu bahwa padapenilaian hasil tidak boleh memasukkan faktor-faktor subyektif, faktor perasaan, faktor hubungan antara pendidik dengan anak didik.
d.      Evaluasi harus menggunakan alat pengukur yang baik evaluasi yang baik tentunya menggunakan alat pengukur yang baik pula, alat pengukur yang valid.


Daftar Rujukan
Purwanto, Ngalim. 2004. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,, Cet Ke-12.
Slameto. 2001. Evaluasi Pendidkan. Jakarta: Bumi Aksara, Cet Ke-3.
Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar